• Home
  • Jalan-jalan
  • Belanja
    • Blibli
    • Bhinneka
    • Lazada
    • Mataharimall
  • Kuliner
  • Ceritaku
  • Info Blog
Kamis, 20 Oktober 2016 dikarenakan guru kami tidak bisa datang untuk megajar akhirnya beberapa teman mengajak jalan-jalan. Tujuan kali ini adalah Breksi, wisata batu yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal kami. Perjalanan hanya sekitar 30 menit. Untuk info rute,dll kami mengandalkan Google, dapat dilihat pada Gambar 1. Cukup memasukkan keyword breksi banyak hasil yang muncul. Bahkan review tempat ini mencapai 260..

Gambar 1. Pencarian Info
Kami berangkat sekitar pukul 11.00 WIB. Perjalanan lancar tanpa hambatan, tidak ada macet, cuaca juga cerah. Kami mengalami sedikit kendala saat melewati jalan menanjak menuju lokasi breksi. Syukurnya semua bisa tiba dengan selamat. Kami menggunakan motor. Teman saya menggunakan Honda Beat berboncengan, motor tetap kuat sampai tujuan. Untuk yang hendak menggunakan mobil juga bisa, kemarin saya melihan ada yang menggunakan mobil ukuran kecil, Toyota Agya.

Tiba di tempat tujuan kita diwajibkan membayar uang parkir sebesar Rp. 2.000,00 untuk motor dan uang sumbangan pemeliharaan lingkungan seikhlasnya. (saya memiliki foto tiket parkir, akan saya update sebagai gambar 2) Tempat parkir tidak memiliki atap, jadi untuk yang sayang kendaraannya silahkan membawa cover sendiri. :) Dari tempat parkir kita disajikan pemandangan seperti pada Gambar 3,4 dan 5.

Gambar 3. Ukiran 1 
Gambar 4. Ukiran 2

Gambar 5. Patung
Tebing ini bisa kita daki dengan mudah, sudah tersedia anak-anak tangga pada sisi sebelah kanan. Apabila kita tiba di atas kita bisa menyaksikan hijaunya daerah di bawah (saya tidak tahu daerah apa yang saya lihat). Karena kami berkunjung siang hari, pemandangan yang ada tidak seindah sore hari (menurut teman saya yang pernah berkunjung saat sore hari). Di atas juga terdapat beberapa tulisan yang menurut saya ditujukan untuk guyon. :) Salah satunya bisa dilihat pada Gambar 6.

Gambar 6. Tulisan 
Setelah puas melihat pemandangan di atas, kami pun turun. Nah, disini si John sudah ada dan kita boleh berfoto dengan John. Tidak gratis, tetapi cukup membayar seikhlasnya. Berikut penampakan si John :

Gambar 7. John
Sebenarnya selain John ada satu lagi burung hantu yang bisa kita ajak untuk berfoto, tetapi saya tidak memiliki fotonya. Hanya ada video yang akan saya upload di akun instragram blog ini. :)

Selesai berfoto-foto dengan John, kami pun menuju tempat beristirahat yang disediakan. Berupa tangga dan tempat makan lesehan untuk yang mau makan. So, tidak perlu khawatir akan kelaparan di Breksi. Ada Kuliner Bu Asih dan beberapa kedai lainnya. Ini saya foto karena ada teman yang namanya Mbak Asih. :D

Gambar 8. Kuliner Bu Asih
Saat sedang beristirahat saya melihat seorang mas-mas yang sedang memahat di salah satu bagian tebing.

Gambar 9. Pemahat
Selain mas-mas yang memahat saya juga melihat mbak-mbak dengan baju yang wow. Tampaknya hendak melakukan foto pra nikah. Untuk yang mau menikah, mungkin bisa menjadikan Breksi salah satu tempat foto Pra Nikah mereka. :)

Gambar 10. Pra Nikah


Melanjutkan pos tentang Ganjuran, pos sebelumnya dapat dilihat di sini (link). Selain melihat keindahan alam dan wisata rohani, Ganjuran juga menyuguhkan wisata kuliner yang khas. Khas disini bukan seperti gudeg, atau makanan lainnya yang identik dengan Kota Jogja. Saya mengkategorikan kuliner yang ada khas dikarenakan tidak semua orang boleh memakannya. Pada ksempatan kali ini saya mencoba makanan rica-rica B1. Nah untuk yang kurang memahami dari mana asalnya kosakata B1, akan saya beritahukan sepengetahuan saya. :) 

B1 didapat dari jumlah huruf B yang terdapat pada sebuah kata dalam bahasa daerah salah satu suku di Indonesia ini. Kata tersebut adalah Biang, silahkan dicari sendiri artinya. :) Saya pertama kali mengetahui ini dari papa saya. Entah benar atau tidak tetapi masuk akal untuk menghitung jumlah huruf B-nya.:)

Nah cukup untuk pelajaran bahasa + sejarah yang kebenarannya pun tidak bisa saya buktikan. Kembali ke kuliner Ganjuran. B1 yang saya makan asalah versi warung makan di Ganjuran, mengapa demikian? Hal ini dikarenakan saya belum pernah makan yang seperti itu seumur hidup saya. Karena di Tanah Karo dan Tomohon tidak menyediakan versi yang seperti itu. Di Tanah Karo terkenal dengan istisalah Saksang dan di Tomohon terkenal dengan istilah RW,

Untuk versi Ganjuran ini, cabe dimasak utuh. Dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah, Selain cabe yang utuh, juga terdapat kemangi yang utuh. Warna masakan pun berbeda dari yang biasanya saya makan. Apabila saksang berwarna merah dan akan berubah menjadi merah kehitaman dan RW berwarna hitam, rica-rica B1 Ganjuran berwarna kuning.

Gambar 1. Rica-rica B1 Versi Ganjuran
Tampilan makanan seperti itulah adanya. Untuk rasa, sesuai lah untuk lidah saya. Soal rasa adalah pilihan, sesuai selera masing-masing. Untuk tingkat kepedasan, di bawah rata-rata. Saya sama sekali tidak mengeluarkan keringat berlebih saat memakan makanan ini. Rasa kok keringat sih? Emang ga nyambung sih.:D Tapi apabila diukur melalui tingkat kepanasan yang dirasakan oleh lidah saya, maka hasilnya akan menjadi lebih tidak akurat lagi. Tetapi akan tetap saya beritahukan bagaimana hot-nya makanan ini dilidah saya.

Mungkin beberapa dari pembaca pernah merasakan yang namanya Lotek Bu Bagyo, penyetan kuah tongseng di daerah papringan atau Penyetan Bu Rum. Nah apabila ke tempat-tempat tersebut saya merasakan tingkat kepedesan yang sama bila saya makan dengan cabe 2. Jadi untuk teman-teman pecinta makanan pedas, silahkan memberitahukan kepada pemiliki warung untuk menambah cabenya. Karena secara default menurut saya tidak pedas (cabenya tidak saya makan semua untuk menghindari hal-hal yang tidak saya inginkan - mules).

Untuk harga per porsi diharga Rp 15.000,00 dan nasi Rp 3.000,00. Minuman saya memesan air putih hangat, gratis. :) Untuk mereka yang hemat lauk dan banyak makan nasi, porsi 1 piring nasi tidak akan. Saya yang tergolong sedikit makan (saya ada masalah pencernaan, jadi tidak bisa makan langsung banyak sekaligus. Harus bertahap) saja menghabiskan 2 porsi nasi. Dapat dilihat pada Gambar 2, Gambar 3 dan Gambar 4.
Gambar 2, Setengah Perjalanan
Gambar 3. Nasi Ronde 2
Gambar 4. Selesai

Rica-rica Ganjuran ini memiliki nilai lebih untuk saya. Makanan tersebut memang tidak pedas karena cabenya yang terpisah (ini termasuk nilai lebih, mau pedas silahkan tambah cabe), tetapi tetap memberikan sensasi hangat untuk tubuh. Cocok dimakan untuk mereka yang berkendara menggunakan sepeda motor ke Ganjuran. Saya sendiri biasanya tidak akan berani memakan makanan yang mengandung cabe apabila sedang dalam perjalanan, dikarenakan saya memiliki perut yang lemah. :(, Tetapi saya tetap memakan makanan ini, dikarenakan sebelumnya saya pernah dibungkuskan oleh teman saya dan diberikan tengah malam saat saya telah makan malam. Akhirnya mau tidak mau saya makan esok paginya karena takut basi apabila semakin lama saya simpan. Nah pengalaman sarapan itulah yang membuat saya berani kembali memakan rica-rica ini. Saya sama sekali tidak mengalami mules yang biasanya saya rasakan, bahkan dengan lotek cabe 2 saja saya bisa bolak-balik ke wc. :)

Sekian cerita saya untuk Kuliner Ganjuran ini. Dikesempatan berikutnya saya akan menulis tentang Saksang dan RW untu mereka yang penasaran. :)


Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk berkunjung ke Ganjuran. Salah satu tempat wisata rohani di Yogyakarta. Wisata untuk mereka yang hanya ingin melihat keindahan yang disugukan oleh alam dan lingkungan sekitar Ganjuran dan rohani untuk mereka yang pergi kesana untuk berdoa. Saya termasuk yang wisata rohani, karena saya kesana untuk jalan-jalan dan berdoa.

Saya berangkat sekitar pukul 11.00 dan tiba disana sekitar puku 12.30. Cukup lama mengingat jarak yang tidak terlalu jauh. :) Hal ini dikarenakan saya singgah ke satu tempat terlebih dahulu. Hal lainnya adalah skill mengendara saya yang diatas rata-rata. Diatas rata-rata pelannya. :D

Jalan yang saya tempuh tidak lah terjal seperti jalanan tempat tinggal saya dulu di Kalimantan. Sepanjang perjalanan motor menapak di aspal mulus. Kondisi jalanan cukup lengang, dikarenakan saya tidak pergi diakhir pekan maupun hari libur. Kiri-kanan jalan dipenuhi rumah maupun tempat usaha. Setelah melewati Institus Seni barulah pemandangan sawah nan hijau menemani perjalanan. Kurang lebih seperti Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Sawah
Tiba di Ganjuran saya langsung menuju tempat parkir. Tempat parkir yang disediakan luas. Tidak perlu waktu lama motor sudah terparkir dengan rapi. Pemandangan pertama yang bisa kita jumpai saat keluar dari area parkir adalah gerbang seperti pada Gambar 2.

Gambar 2. Gerbang Masuk
Memasuki gerbang kita akan disambut dengan tulisan Berkah Dalem yang artinya saya juga kurang memahami. Yang saya tahu kata tersebut berupa sambutan yang sering diucapkan Orang Jawa apabila bertemu atau bertegur sapa. Kata tersebut bermakna baik sepemahaman saya. :) Tiba di dalam kita akan menemukan halaman luas dan pendopo. Saat saya tiba ada beberapa orang yang sedang beristirahat, bahkan ada yang baring-baring menggunkan tikar. Halaman pendopo juga luas, ada beberapa anak berlarian disana. Sekilas pinggiran pendopo dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3. Selasar Pendopo
Di tengah-tengah halaman terdapat beberapa papan pengumuman. Saya mengabadikan salah satunya, yakni denah bagian-bagian darri tempat ini. Dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4. Papan Pengumunan
Berjalan lagi maka kita akan menemukan toilet dan kamar mandi, ya disediakan ruangan khusus untuk pengunjung yang hendak mandi. Karena saya tidak perlu mandi jadi saya hanya masuk ke ruangan untuk buang air kecil, alias toilet. Tempatnya bersih dengan berbagai macam pilihan gaya pembuangan yang bisa kita pilih. Mau berdiri bisa, jongkok juga bisa, duduk apalagi. :) Untuk membuktikan kata-kata saya dapat dilihat pada beberapa gambar di bawah ini.

Gambar 5. Gaya Berdiri Only
Gambar 6. Gaya Hybrid (Jongkok dan Berdiri)


Gambar 7. Hybrid Level Komplit (Berdiri, Duduk dan Jongkok-khusus untuk yang nekat/jijikan)
Dari ketiga macam sarana di atas, saya menggunakan yang Gaya Berdiri (Gambar 5). Untuk toilet bagian hawa tidak saya abadikan dikarenakan alasan yang tidak dapat saya tuliskan disini. Untuk yang penasaran dengan metode pembuangan yang disuguhkan pada toilet hawa silahkan berkunjung sendiri, syukur-syukur kalau bisa mengabadikan dan membagi fotonya dengan saya. Akan saya tampilkan, tidak lupa dengan menulis nama Anda sebagai kontributor. :)

Karena sekarang sudah setengah 11 dan saya belum sarapan maka tulisan ini akan saya lanjutkan lagi nanti. :)

Setelah beberapa hari disbukkan oleh hal-hal lain yang kurang jelas, akhirnya saya bisa melanjutkan tulisan ini. Supaya tidak berhenti di tempat pembuangan terakhir. :D

Tepat di sebelah toilet terdapat tempat sejenisnya, hanya saja dengan fungsi yang yaitu untuk mandi (sudah saya sebutkan diatas, tapi karena sudah terlanjur saya ketik lebih baik saya tambahkan kalimat di dalam kurung ini. Biar artikelnya keliatan panjang.ha..ha..). Dari kamar mandi kita bisa berbelok ke kiri, karena ke kanannya kamar mandi dan lurus ke depan adalah sekolah Stella Duce 3 (di tempat ini batang juga boleh ikutan belajar). Apa yang bisa kita liat di sebelah kiri? Candi. :)

Gambar 8. Candi yang tak Kelihatan
Ternyata gambar yang saya miliki tak secerah dan sejelas kenyataan. Mari percaya saja kalau di ujung jalan ini akan kita temukan candi. :) Sebelah kanan jalan tidak ada apa-apa karena merupakan tembok dari SMA Stella Duce 3. Nah di sebelah kiri terdapat beberapa bangunan, Pendopo dan Gereja.

Gambar 9. Gereja dari Luar (Jalan menuju Candi)

Seperti dapat dilihat pada Gambar 9, gereja tersebut tidak memiliki dinding layaknya bangunan gereja pada umumnya. Bagian yang tertutup hanyalah bagian belakang altar. Silahkan teman-teman bayangkan sendiri betapa sejuknya mengikuti misa disini. Bagian dalam dapat dilihat pada Gambar 10 dan Gambar 11 di bawah ini :

Gambar 10. Altar dari Samping (Jalan menuju Candi)
Gambar 11. Altar dari Depan

Terakhir adalah Candi yang terlah beberapa kali saya sebutkan di atas. Kita dapat menaiki tangga dan masuk ke dalam candi. Dapat dilihat pada Gambar 12. Di dalam candi terdapat patung Tuhan Yesus dengan budaya Jawa, Bebera orang naik dan berdoa di dalam ruangan. Saya hanya duduk di luar candi.:)

Gambar 12. Candi Ganjuran
Sekian cerita jalan-jalan ke Ganjuran. Pos berikutnya saya akan menulis tentang kuliner. :)

Untuk part 1 dapat dilihat di sini

Seperti tertulis pada lembar hijau di post sebelumnya, pemohon diminta untuk mengambil STNK yang baru pada tanggal 2 Januari 2016. Seperti yang telah direncanakan, kami berangkat sekitar pukul 08.00 dan tiba di samsat sekitar pukul 8.30. 

Setelah berada di dalam ruangan samsat, kami bertanya kepada satpam yang bertugas. Kami diarahkan untuk menuju bagian informasi. Teman saya pun meletakkan berkas pada keranjang kecil yang disediakan. Setelah 10 menit, nama pemilik dari STNK yang kami uruskan dipanggil. Panggilan pertama ini adalah untuk membayar pajak dan denda karena pajak tahunan telat dibayar. Bukti pembayaran dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini :


Gambar 1. Bukti Pembayaran

Setelah melakukan pembayaran kami pun kembali menunggu dipanggil lagi, Panggilan yang kedua ini adalah panggilan untuk menerima STNK yang baru. Begitulah kiranya proses pengurusan STNK hilang untuk area Sleman, D.I. Yogyakarta. 
Ada kejadian yang menarik untuk saya pagi ini. Saya diminta orang tua untuk membelikan tiket pesawat dengan rute Manado-Yogyakarta. Seperti biasa, saya langsung mengecek tiket(dot)com. Saya baru menjadi member di situs e-commerce ini Desember 2014 yang lalu. Sebelumnya saya masih membeli melalui perusahaan travel fisik yang saya harus datang ke tempat dan ada jam operasionalnya. Ini lah kemajuan teknologi, sekarang saya bisa membeli tiket dari kamar kapanpun saya mau. :)

Kembali ke kisah saya pagi tadi. Saya diminta untuk membelikan tiket untuk dua orang. Saya cek harga perorang Rp 1.380.000,00 (saya lupa membuat screenshotnya), nah biasanya harga yang tertera belum final. Bisa jadi lebih mahal ataupun lebih murah, tapi pengalaman saya selama ini harga tiket biasanya jadi lebih murah 20 ribu sampai 50 ribu. Lumayanlah, bisa untuk beberapa kali makan. :) 

Setelah memasukkan data dan melanjutkan transaksi, tiket.com pun menghitung biaya yang harus saya bayarkan. Ternyata saya cukup membayar Rp 1.630.000,00 (dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah). Apabila mengikuti harga yang tertera seharunya saya membayar Rp 1.760.000,00, tetapi saya bisa menghemat sekitar 130 ribu.:)



Gambar 1. Total yang Harus Saya Bayar
Sudah mendapatkan diskon pun, ternyata uang saya di rekening BCA tidak cukup untuk membayar. Saya hanya ingat uang saya memang tidak sampai 3 juta. Karena tiket sekitar 2 jutaan, saya pikir uang saya akan cukup-cukup saja. Saya ingat saya memiliki Tix Point. Dalam hati saya berkata, "Semoga saja cukup". Akhirnya saya putuskan untuk menggunakan Tix Point. Kekurangannya disini kita tidak bisa memilih nomimal yang akan kita gunakan. Secara otomatis semua Tix Point yang kita miliki akan terpakai apabila jumlahnya tidak melebih transaksi yang kita lakukan. Jumlah Tix Point yang saya redeem dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Redeem Tix Point
Setelah menggunakan semua Tix Point saya, transaksi pun bisa saya lanjutkan. Saldo di tabungan saya mencukupi untuk membayar transaksi tersebut. Total pembayaran yang setelah menggunakan Tix Point dapat dilihat pada Gambar 3.
Gambar 3. Total Transaksi yang Baru
Transaksi kali ini bisa saya katakan sesuatu yang akan saya ingat dalam waktu yang cukup lama. Setelah transaksi ini saldo di tabungan saya pun menyentuh angka terendah sejak saya membuka rekening saya, dapat dilihat pada Gambar 4. Tanpa Tix Point pasti transaksi ini tidak akan selesai hari ini dan bisa saja harga tiket yang saya perlukan menjadi lebih mahal lagi. Akhir kata, terimakasih TIKET.COM. :)

Gambar 4. Saldo Akhir Tabungan


Untuk part 2 dapat dilihat di sini

Kembali lagi dengan cerita pribadi saya. Selasa, 8 Desember 2015 yang lalu saya menemani teman saya mengurus STNK hilang. Ternyata hal ini merupakan suatu kegiatan yang cukup melelahkan. Saya akui, hal ini menjadi lebih melelahkan dikarenakan ketidak tahuan kami akan prosedur pengurusan yang berlaku. Karena itulah maka saya menuliskan pengalaman saya ini dan membagikannya dengan teman-teman. :) Saya akan menulis secara berurutan proses yang kami lakukan.

Pertama-tama akan saya ceritakan terlebih dahulu latar belakang hilangnya STNK. STNK yang hilang merupakan milik saudara teman saya. Nomor kendaraan yang tertera pada STNK adalah nomor kendaraan Sleman, sementara STNK hilang di daerah Cikarang. Karena nomor kendaraan bukan daerah Cikarang, maka harus diurus ke daerah asal. Dari Cikarang saudara teman saya mengirimkan berkas-berkas yang nantinya akan digunakan, yakni :

  1. BPKB asli
  2. KTP asli
  3. Foto kopi STNK  (untungnya STNK pernah di-scan sebelumnya)
  4. Surat hilang dari kepolisian Cikarang


Bermodalkan berkas-berkas tersebut teman saya pergi mengurus ke Samsat Bantuan di daerah Maguwo (karena samsat ini lebih dekat daripada samsat pusat yang berada di Jalan Magelang km 13). Dia ke samsat pembantu juga sekalian untuk membayar pajak kendaraanya sendiri. Jadi harapannya, sekali mendayung dua-tiga pulau terlewati. Ternyata, samsat pembantu tidak memiliki wewenang untuk mengurus STNK hilang. Disini lebih ke pembayaran pajak kendaraan. Dari samsat ini teman saya diarahkan untuk menuju samsat pusat bagian cek fisik.

Karena percobaan yang pertama gagal, akhirnya mau tidak mau harus ke samsat pusat. Nah yang di samsat pusat ini saya baru ikut menemani. Saya sudah biasa membayar pajak kendaraan saya sendiri. Sejak 2010 yang lalu tidak ada satupun pembayaran pajak saya yang terlewatkan #nyombongsek ;D. 

Kami memutuskan untuk berangkat sepagi mungkin dengan harapan antrian yang ada belum terlalu panjang. Kami tiba di samsat pusat sekitar pukul 08.10 dan langsung menuju bagian cek fisik kendaraan. Dibagian ini tidak ada nomor antri, karena kami tidak tahu prosedur pengantrian kami memutuskan untuk melihat bagaimana cara orang mengantri. Ternyata kita langsung menaruh berkas di loket dan menunggu petugas memanggil nama yang tertera pada STNK. Setelah giliran kami, ternyata di bagian ini belum bisa diproses dikarenakan harus disahkan terlebih dahulu. Kami harus meminta pengesahan dibagian BPKB Polres. 

Karena kami pikir polres itu jauh kami berkendara meuju kesana. Ternyata polres dan samsat pusat tadi hanya berjarak sekitar 300 meter. Tetapi kami tetap bersyukur kami memutuskan menggunakan kendaraan, karena saat kami tiba disana pintu gerbang masuk belum dibuka. Beberapa polisi masih berkumpul di lapangan, sepertinya sedang apel pagi, Karena kami tidak tahu kapan polres baru benar-benar buka, kami memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu. Kami tiba di tempat makan sekitar setengah 9 pagi. Kami makan di Soto Barokah atau apalah namanya (saya lupa). Saya hanya ingat soto terletak tepat di U turn dan logo dari tempat makan tersebut mirip dengan Kolonel Sanders KFC. Di spanduk rumah makan juga tertulis tanpa vetsin, micin dan sejenisnya.

Tepat jam 9 kami beranjak dari tempat duduk dan membayar makanan kami. Setelah itu kami langsung malanjutkan perjalanan. Di perjalanan kami memutuskan untuk memakirkan kendaraan di samsat dan berjalan kaki ke polres. Setelah tiba di Polres kami tidak tahu harus kemana, syukurnya ada bapak parkir yang bisa kami tanyai. Akhirnya kami tiba dibagian pengurusan BPKB. Tiba disini kamipun biangung karena tidak jelas harus kemana, banyak ruangan. Hal yang cukup menyedihkan adalah ruangan informasi kosong. Akhirnya teman saya memutuskan untuk bertanya pada bagian yang rame dikunjungi orang lain, yakni bagian cek fisik dengan loket kaca. Disana saat bertanya mengenai harus kemana mengurus STNK hilang, tanpa mehilat berkas, bapak yang bertugas langsung bertanya, "Apakah sudah dibuat berita hilang di radio dan koran?" Karena belum jadi tidak bisa diproses.

Mendapatkan pelayanan yang joss, ekspresi wajah teman saya jadi tidak karuan. Yah, disinilah mengapa sebaiknya pergi bersama teman jika mengurus hal yang belum jelas. Agar kita tidak tenggelam ditengah ketidak pastian. Kami berunding dan akhirnya memutuskan untuk menunggu ruang informasi yang kosong terisi kembali (untuk menanyakan dan memperjelas perihal syarat apa saja yang kami masih kurang, agar kami dapat mempersiapkan), Setelah menunggu sekitar 15 menit dan tak ada tanda-tanda yang menunjukkan ruang tersebut akan terisi, maka kami beranjak dari tempat duduk. Kami celingak-celinguk mencari orang berseragam yang sekiranya bisa kami tanyai. Tidak berapa lama ada seorang bapak yang bertanya pada seorang polisi. Polisi tersebut menjawab dengan ramah dan seksama. Dalam hati saya berkata, "Bapak ini ni yang bisa saya tanyai". Setelah bapak sebelumnya selesai saya menyapa bapak polisi tersebut dan menjelaskan permasalahan yang sedang saya alami. Dari bapak polisi ini saya mendapatkan nama dan ruangan polisi yang bisa saya tanyai lebih lanjut perihal STNK hilang.

Kami langsung menuju ruangan yang ditunjukkan untuk menemui bapak polisi yang ketiga. Tiba di ruangan, kami disapa dengan ramah. Berkas pun langsung kami tunjukkan. Bapak polisi ini juga melihat berkas dengan seksama. Beliau berkata kami hanya kurang melampirkan bukti penerbitan berita di koran dan radio saja. Saya bertanya apakah memang harus, soalnya di daerah hilangnya STNK saat saudara teman saya mengurus surat kehilangan di kantor polisi disana, sama sekali tidak diminta untuk membuat berita kehilangan di radio dan koran. Bapak ini berkata kalau itu merupakan sebuah formalitas yang menunjukkan kalau pemohon sudah berusaha mencari sebelum meminta dibuatkan STNK yang baru. Beliau menyarankan kami untuk memberitahukan saudara teman saya untuk mengiklan di Cikarang, tetapi teman saya berkara apabila begitu bisa memakan waktu sementara ada sebuah dokumen yang hanya berlaku beberapa hari (saya lupa dokumennya). 

Mendengar jawaban teman saya akhirnya bapak polisi menyarankan untuk mengiklan di Jogja saja. Jawaban ini membuat saya bertanya kepada beliau, masak hilang di Cikarang iklannya di Jogja pak. Jawaban saya membuat bapak polisi berpikir sejenak dan mungkin karena iba akhirnya beliau memberikan solusi yang ok punya menurut saya. Beliau tetap menekankan kalau beriklan itu penting, walaupun hanya terlihat sebagai sebuah formalitas. "Ini harus tetap ada bukti kalau sudah mengiklan di koran dan radio. Dari pada mas nya ke kantor koran dan kantor radio (2 tempat yang berbeda) lebih baik ke foto kopian (nama tempat foto kopi), di sana bisa membantu untuk menyiarkan ke radio dan koran", begitulah kira-kira kata jawaban beliau. Merasa sudah mendapatkan solusi akhirnya kami berterimakasih kemudian pamit dan langsung menuju foto kopian yang disarankan. Sungguh ketidak tahuan bisa membuat repot, seandainya tahu kalau harus ada iklan pasti akan kami urus terlebih dahulu. Syukurnya ada teknologi yang namanya foto kopian. :D

Setibanya di foto kopian kami langsung mengatakan keperluan kami di sana. Kami langsung dilayani oleh seorang pria. Mas ini meminta beberapa data dan menuliskannya pada bukti pembayaran. Berikut bukti pembayaran yang kami terima :

Gambar 1. Bukti Iklan

Untuk part 2 dapat dilihat di sini

Kembali lagi dengan cerita pribadi saya. Selasa, 8 Desember 2015 yang lalu saya menemani teman saya mengurus STNK hilang. Ternyata hal ini merupakan suatu kegiatan yang cukup melelahkan. Saya akui, hal ini menjadi lebih melelahkan dikarenakan ketidak tahuan kami akan prosedur pengurusan yang berlaku. Karena itulah maka saya menuliskan pengalaman saya ini dan membagikannya dengan teman-teman. :) Saya akan menulis secara berurutan proses yang kami lakukan.

Pertama-tama akan saya ceritakan terlebih dahulu latar belakang hilangnya STNK. STNK yang hilang merupakan milik saudara teman saya. Nomor kendaraan yang tertera pada STNK adalah nomor kendaraan Sleman, sementara STNK hilang di daerah Cikarang. Karena nomor kendaraan bukan daerah Cikarang, maka harus diurus ke daerah asal. Dari Cikarang saudara teman saya mengirimkan berkas-berkas yang nantinya akan digunakan, yakni :

  1. BPKB asli
  2. KTP asli
  3. Foto kopi STNK  (untungnya STNK pernah di-scan sebelumnya)
  4. Surat hilang dari kepolisian Cikarang


Bermodalkan berkas-berkas tersebut teman saya pergi mengurus ke Samsat Bantuan di daerah Maguwo (karena samsat ini lebih dekat daripada samsat pusat yang berada di Jalan Magelang km 13). Dia ke samsat pembantu juga sekalian untuk membayar pajak kendaraanya sendiri. Jadi harapannya, sekali mendayung dua-tiga pulau terlewati. Ternyata, samsat pembantu tidak memiliki wewenang untuk mengurus STNK hilang. Disini lebih ke pembayaran pajak kendaraan. Dari samsat ini teman saya diarahkan untuk menuju samsat pusat bagian cek fisik.

Karena percobaan yang pertama gagal, akhirnya mau tidak mau harus ke samsat pusat. Nah yang di samsat pusat ini saya baru ikut menemani. Saya sudah biasa membayar pajak kendaraan saya sendiri. Sejak 2010 yang lalu tidak ada satupun pembayaran pajak saya yang terlewatkan #nyombongsek ;D. 

Kami memutuskan untuk berangkat sepagi mungkin dengan harapan antrian yang ada belum terlalu panjang. Kami tiba di samsat pusat sekitar pukul 08.10 dan langsung menuju bagian cek fisik kendaraan. Dibagian ini tidak ada nomor antri, karena kami tidak tahu prosedur pengantrian kami memutuskan untuk melihat bagaimana cara orang mengantri. Ternyata kita langsung menaruh berkas di loket dan menunggu petugas memanggil nama yang tertera pada STNK. Setelah giliran kami, ternyata di bagian ini belum bisa diproses dikarenakan harus disahkan terlebih dahulu. Kami harus meminta pengesahan dibagian BPKB Polres. 

Karena kami pikir polres itu jauh kami berkendara meuju kesana. Ternyata polres dan samsat pusat tadi hanya berjarak sekitar 300 meter. Tetapi kami tetap bersyukur kami memutuskan menggunakan kendaraan, karena saat kami tiba disana pintu gerbang masuk belum dibuka. Beberapa polisi masih berkumpul di lapangan, sepertinya sedang apel pagi, Karena kami tidak tahu kapan polres baru benar-benar buka, kami memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu. Kami tiba di tempat makan sekitar setengah 9 pagi. Kami makan di Soto Barokah atau apalah namanya (saya lupa). Saya hanya ingat soto terletak tepat di U turn dan logo dari tempat makan tersebut mirip dengan Kolonel Sanders KFC. Di spanduk rumah makan juga tertulis tanpa vetsin, micin dan sejenisnya.

Tepat jam 9 kami beranjak dari tempat duduk dan membayar makanan kami. Setelah itu kami langsung malanjutkan perjalanan. Di perjalanan kami memutuskan untuk memakirkan kendaraan di samsat dan berjalan kaki ke polres. Setelah tiba di Polres kami tidak tahu harus kemana, syukurnya ada bapak parkir yang bisa kami tanyai. Akhirnya kami tiba dibagian pengurusan BPKB. Tiba disini kamipun biangung karena tidak jelas harus kemana, banyak ruangan. Hal yang cukup menyedihkan adalah ruangan informasi kosong. Akhirnya teman saya memutuskan untuk bertanya pada bagian yang rame dikunjungi orang lain, yakni bagian cek fisik dengan loket kaca. Disana saat bertanya mengenai harus kemana mengurus STNK hilang, tanpa mehilat berkas, bapak yang bertugas langsung bertanya, "Apakah sudah dibuat berita hilang di radio dan koran?" Karena belum jadi tidak bisa diproses.

Mendapatkan pelayanan yang joss, ekspresi wajah teman saya jadi tidak karuan. Yah, disinilah mengapa sebaiknya pergi bersama teman jika mengurus hal yang belum jelas. Agar kita tidak tenggelam ditengah ketidak pastian. Kami berunding dan akhirnya memutuskan untuk menunggu ruang informasi yang kosong terisi kembali (untuk menanyakan dan memperjelas perihal syarat apa saja yang kami masih kurang, agar kami dapat mempersiapkan), Setelah menunggu sekitar 15 menit dan tak ada tanda-tanda yang menunjukkan ruang tersebut akan terisi, maka kami beranjak dari tempat duduk. Kami celingak-celinguk mencari orang berseragam yang sekiranya bisa kami tanyai. Tidak berapa lama ada seorang bapak yang bertanya pada seorang polisi. Polisi tersebut menjawab dengan ramah dan seksama. Dalam hati saya berkata, "Bapak ini ni yang bisa saya tanyai". Setelah bapak sebelumnya selesai saya menyapa bapak polisi tersebut dan menjelaskan permasalahan yang sedang saya alami. Dari bapak polisi ini saya mendapatkan nama dan ruangan polisi yang bisa saya tanyai lebih lanjut perihal STNK hilang.

Kami langsung menuju ruangan yang ditunjukkan untuk menemui bapak polisi yang ketiga. Tiba di ruangan, kami disapa dengan ramah. Berkas pun langsung kami tunjukkan. Bapak polisi ini juga melihat berkas dengan seksama. Beliau berkata kami hanya kurang melampirkan bukti penerbitan berita di koran dan radio saja. Saya bertanya apakah memang harus, soalnya di daerah hilangnya STNK saat saudara teman saya mengurus surat kehilangan di kantor polisi disana, sama sekali tidak diminta untuk membuat berita kehilangan di radio dan koran. Bapak ini berkata kalau itu merupakan sebuah formalitas yang menunjukkan kalau pemohon sudah berusaha mencari sebelum meminta dibuatkan STNK yang baru. Beliau menyarankan kami untuk memberitahukan saudara teman saya untuk mengiklan di Cikarang, tetapi teman saya berkara apabila begitu bisa memakan waktu sementara ada sebuah dokumen yang hanya berlaku beberapa hari (saya lupa dokumennya). 

Mendengar jawaban teman saya akhirnya bapak polisi menyarankan untuk mengiklan di Jogja saja. Jawaban ini membuat saya bertanya kepada beliau, masak hilang di Cikarang iklannya di Jogja pak. Jawaban saya membuat bapak polisi berpikir sejenak dan mungkin karena iba akhirnya beliau memberikan solusi yang ok punya menurut saya. Beliau tetap menekankan kalau beriklan itu penting, walaupun hanya terlihat sebagai sebuah formalitas. "Ini harus tetap ada bukti kalau sudah mengiklan di koran dan radio. Dari pada mas nya ke kantor koran dan kantor radio (2 tempat yang berbeda) lebih baik ke foto kopian (nama tempat foto kopi), di sana bisa membantu untuk menyiarkan ke radio dan koran", begitulah kira-kira kata jawaban beliau. Merasa sudah mendapatkan solusi akhirnya kami berterimakasih kemudian pamit dan langsung menuju foto kopian yang disarankan. Sungguh ketidak tahuan bisa membuat repot, seandainya tahu kalau harus ada iklan pasti akan kami urus terlebih dahulu. Syukurnya ada teknologi yang namanya foto kopian. :D

Setibanya di foto kopian kami langsung mengatakan keperluan kami di sana. Kami langsung dilayani oleh seorang pria. Mas ini meminta beberapa data dan menuliskannya pada bukti pembayaran. Berikut bukti pembayaran yang kami terima :

Gambar 1. Bukti Iklan

As I said in the post before this one, I have this post in mind to actually begin using English (don't count in the post before this one, let just called it announcement :)). This is the last part of the Gembira Loka Zoo story or maybe we can say it photo gallery. For more information about this zoo you can visit their page here.

I visited the zoo last year, to be exact in September 2014. I went there around 10 a.m. after I finished paying my motorcycle tax. It was good at the beginning and went worse by the time being. It was very hot back then. I went home around 12 o'clock, also not a good decision to be made. The traffic + the heat, really made my day. I got sick the day after. But seeing the pictures I've captured, I can say that it paid off all the struggles.

Beside all the photos that I've shared. There are still a lot more animals live in Gembira Loka Zoo. I have some photos of amphibian and fishes, but the quality isn't good. They live inside a tank or glass cage so I've got problem with the focus. Almost all the picture came out blurry.

So, here is another gallery :




















Now is the time for all the unique photos :

Part 1 dapat dilihat disini.

Banyak hal menarik yang dapat kita lihat di kebun binatang ini. Tetapi dari semuanya itu, bagian kebun binatang yang mengijinkan pengunjung berada cukup dekat dengan penghuninya adalah kandang burung. Kandang burung disini bukan kandang kecil seperti yang ada di rumah-rumah, melainkan sebuah kandang besar dimana manusia bisa masuk ke dalamnya. 


Di kandang ini, burung-burung terbang bebas. Bahkan kalau kita beruntung kita bisa mendapatkan JACKPOT (baca : tai burung). :D Tetapi tidak semua burung di tempatkan pada kandang ini. Hanya burung-burung kecil, imut, tidak berbahaya saja yang ada disini. Burung-burung pemangsa seperti Elang dan Rajawali di tempatkan pada kandang yang tidak dapat diakses pengunjung. Kita hanya bisa melihat dari luar saja.


Seperti biasa, tidak perlu panjang lebar. Berikut burung-burung yang dapat saya abadikan :

Silahkan kunjungi link berikut ini untuk melihat galeri : cinorkaban.esy.es
Untuk saat ini situs tersebut hanya untuk menampilkan gallery saja. Interaksi yang ada masih minim. Oleh karena itu, silahkan mencari post yang berjudul Burung Gembira Loka untuk melihat galeri. Mohon maaf untuk ketidak nyamanannya.

Selain foto-foto di atas, ada beberapa foto yang menurut saya unik. 



Burung di atas terlihat seperti sedang memikul beban mental yang berat dan merenungkannya. :D

Burung ini terlihat mengantuk dan sedang berusaha untuk tidur. :D

Apabila burung sebelumnya hanya terlihat mengantuk, burung ini benar-benar tertidur. :D
Older Posts Home

Blog Archive

  • ▼  2017 (6)
    • ▼  September (1)
      • Update 18 September 2017
    • ►  January (5)
  • ►  2016 (15)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
    • ►  May (2)
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2015 (21)
    • ►  December (6)
    • ►  November (6)
    • ►  October (9)
Cinor Kaban. Powered by Blogger.

Join Regal Coin

Tag

Home ID ecommerce blibli Yogyakarta Jogja Jogjakarta Yogya belanja online my story blibli.com photography HDD Tomohon jalan-jalan touro 4 TB Gembira Loka Sleman Sulawesi Utara e-commerce info klikpay mataharimall ENG Ganjuran Gereja HKTY Ganjuran Kebun Binatang Wawo Zoo b1 ceritaku jne klikbca kuliner lazada macro mataharimall.com photographyEng tips 16GB Ambarawa Asoq B2 Breksi Dendeng Fujifilm XQ2 Gua Maria JD.ID JINGDONG JX JYSK Jet Express Kairoya Kerep Lemeq Lumia MDS Super Pro Solid Helm Full Face Manado Pasar Rumah Makan Lemeq Traditional Market almer helmet bca belanja biang biker bukalapak.com cinorkabanblog cole compatible catridge cx shop cxshop dompet flasdisk full face handphone harbolnas 2016 helm indosat lock&lock locknlock mataharistore mataharistore.com mds mds pro mystoryEng otg other pulsa rakuten rica-rica rw saksang sandisk shaker shopback shopback chrome extension smartfren stanley adams super t telkomsel tiket tiket.com tixpoint tokocatridge tumbler weichen xl

Popular Posts

  • Diselamatkan Oleh Tix Point - Tiket(dot)com - ID
    Ada kejadian yang menarik untuk saya pagi ini. Saya diminta orang tua untuk membelikan tiket pesawat dengan rute Manado-Yogyakarta. Seperti...
  • Pengurusan STNK Hilang Ranmor Plat Sleman D.I. Yogyakarta
    Untuk part 2 dapat dilihat  di sini Kembali lagi dengan cerita pribadi saya. Selasa, 8 Desember 2015 yang lalu saya menemani teman saya m...
  • Kuliner Kalimantan - Rumah Makan Lemeq, DI Yogyakarta
    Setelah beberapa kali bolak balik dan selalu tutup, beberapa waktu yang lalu teman saya Roy mengatakan kalau RM Lemeq sudah buka kembali. T...
  • Pengalaman Pertama Berbelanja di JD.ID
    Memasuki tahun ajaran baru, saya mempersiapkan segala keperluan saya. Buku tulis dan buku paket telah terbeli. Tinggal menunggu tanggal unt...
  • Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA)
    Sabtu 20 Februari 2015 yang lalu saya berkesempatan untuk mengunjungi Goa Maria Kerep Ambarawa. Seperti namanya, tempat ziara...
  • English Assessment Jobstreet
    Setelah beberapa waktu memikirkan CV, akhirnya saya memiliki CV. :) Ternyata membuat CV bukan hal yang mudah. Why? Karena yang dibuat adala...
  • Pengalaman Berbelanja Baju Online - Mataharimall.com-Mataharistore
    Hai..hai... Lama tak jumpa. Ternyata sekolah lagi itu sesuatu. Waktu, tenaga dan pikiran cukup tersita. Blog jadi kurang terawat. :(  K...
  • Jalan - Jalan Gereja HKTY Ganjuran, D.I. Yogyakarta
    Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk berkunjung ke Ganjuran. Salah satu tempat wisata rohani di Yogyakarta. Wisata untuk merek...
  • Kuliner Ganjuran, Yogyakarta-Indonesia
    Melanjutkan pos tentang Ganjuran, pos sebelumnya dapat dilihat di sini ( link ). Selain melihat keindahan alam dan wisata rohani, Ganjuran ...
  • Pengalaman Pertama Belanja Menggunakan Shopback Extension Chrome - Bukalapak Merchant TokoCatridge
    "Kok ga pengalaman pertama belanja di shopback aja judulnya?" Jawabannya karena saya sudah sering belanja menggunakan shopback . ...
Copyright 2016 cinorkabanblog.
Designed by OddThemes